Catatan Pendakian Gunung Slamet Via Bambangan
![]() |
view Gunung Slamet jalur pos7-8 |
Sebelum lebaran tiba saya dan beberapa teman saya merencanakan liburan bareng di kampung saya, lalu kami pun juga merencanakan ke tempat-tempat wisata yang ada di kampung saya, Purwokerto, jawa tengah.
Seminggu kemudian saya dan keluarga meninggalkan kota Jakarta untuk pergi ke kampung halaman, Purwokerto.
Jarak dari Jakarta ke Porwokerto lumayan jauh, perkiraan waktu yang di tempuh kira-kira 6-7jam, tapi kebetulan saya tidak bertemu dengan seni jalanan yaitu macet heheh, jadi saya sampai di kampung lebih cepat dari biasanya. Singkat cerita, sesampainya di rumah embah(nenek) saya dan keluarga beristirahat sejenak, menghilangkan rasa pegal saat berlama-lama di dalam mobil.
Singkat cerita tak terasa seminggu di kampung sudah terlewati, lebaranpun tiba, seperti biasa umat muslim merayakan hari kemenangan di bulan ramadhan. Kalau di kampung saya, sesudah sholat idul fitri berjamaah tidak di persilahkan untuk meninggalkan lokasi tsb, karna ada halal bihalal, untuk saling mempererat silatuhrahmi.
Singkat cerita. Tak terasa lebaran sudah terlewati 2 hari, dan akhirnya saya mendapatkan kabar buruk dari teman saya, jadi teman saya itu yang ada di perjalanan menuju kampung saya kehilangan uangnya Rp.100.000,00,- kebetulan dia masih di daerah cirebon, dan diapun bingung, ingin tetap terus melanjutkan perjalananya atau kembali ke Jakarta, keputusan dia pun meneruskan perjalanannya hingga sampai di kampung saya.
Sesampainya teman saya di kampung saya, istirahat sebentar sambil berbincang-bincang dan juga tidak lupa ngombe(minum) kopi. Tak lama teman saya pun tidur untuk menenangkan rasa capeknya di perjalananan. Oia dari beberapa teman saya, yang jadi ke kampung saya hanya 1 orang (Gerry), sangat di sayangkan, padahal saya ingin menikmati liburan bersama teman-teman saya.
Pada tanggal 11/06/19 kedua orang tua dan adik saya pulang ke Jakarta lebih dulu, tak terasa adzan maghrib telah berkumandang, kedua orang tua dan adik saya pun telah kembali ke Jakarta. Tak lama dari itu, saya pun packing, menyiapkan segala kebutuhan yang di perlukan saat mendaki, dan sehabis adzan isya saya dan teman saya berangkat ke bascamp Gunung Slamet via bambangan,kebetulan rumah mbah saya dekat dengan Gunung Slamet via bambangan, hanya memakan waktu sekitar 1jam saja, jadi saya dan teman saya menggunakan motor om saya. Sesampainya disana sekitar pukul 10:00pm lalu kami mencari rumah warga untuk beristirahan dan juga menunggu pagi datang.
Dingin yang menusuk ke badan, suara burung berkicau tandanya pagipun sudah menunjukan kesetiaannya, sebelum tracking kami ber2 sarapan terlebih dahulu.
Pada saat itu kebetulan teman saya membawa tenda bermuatan 8 orang,walaupun lega kalau tenda itu di huni hanya 2 orang saja pasti sangat lah dingin, dan akhirnya kami berdua dapat barengan 3 orang asal Bandung, ada Satria, Sifa, dan satu lagi saya lupa namanya hehe. Akhirnya jumlah kami bertambah menjadi 5 orang untuk menanjak ke Gunung Slamet.
Oia guys, untuk bisa mendaki ke Gunung Slamet di perlukan surat kesehatan dari dokter ataupun puskesmas, jika tidak ada surat kesehatan yang di butuhkan, maka pendaki tidak dipersilahkan untuk mendaki. Sebelum kami tracking terlebih dahulu kami berdoa kepada Tuhan meminta untuk di beri keselamatan selama kami ada di gunung. Akhirnya kami mendaki pada pukul 8:30am.
Pejalanan kami pun dimulai dari basecamp menuju pos 1, untuk pemanasan saya membawa carrier teman saya, sesampainya di pangkalan ojek Gunung Slamet via bambangan, saya meminta begantian dengan teman saya, karna muatan di carrier teman saya sangatlah berat, akhirnya kami pun bergantian, kira-kira untuk mencapai pos1 sekitar 2,5jam dari basecamp, tapi perkiraan itu meleceng, karna fisik saya kaget untuk menempuh perjalanan tersebut, akhirnya dua orang teman saya yang dari bandung duluan untuk memasang tenda, kami pun tinggal bertiga yang satu lagi teman saya dari bandung (Satria).
Kira kira selama 2jam lebih kami mendaki belom bertemu dengan pos 1, disitu saya merasakan cape yang luar biasa, tapi saya ingat dengan kata-kata orang tua dan teman saya, "kalau di alam jangan berbicara sembarangan", setelah break yang cukup lama, akhirnya kami pun meneruskan perjalanan, singkat cerita akhirnya kami ber-3 sampai di pos1, sesampainya di pos1, saya beristirahat sejenak dan tidak lupa makan semangka, wahh rasanya segar sekali,oia di pos 1 kami sempat bercengkrama bersama pendaki asal bekasi, dia hanya ber-2 saja.
Tidak lama dari break kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos2, selama di perjalanan menuju pos2 kami terlalu lama break, setiap berjalan beberapa menit break, saya merasa tidak enak dengan 2 teman saya, tapi teman saya mewajarkan akan hal tersebut, bahwasanya saya baru pertama kalinya mendaki gunung.
So guys jadi menurut peta dari pos1 ke pos2 sekitar 1 jam, tapi kami memakan waktu sekitar 2jam an lebih, itu dikarenakan saya terlalu banyak break, ya wajarin ya gaes saya kan baru pertama kali nanjak heheh, ketika sesampainya di pos2 kamipun break sejenak kembali, makan semangka, ngeroko, minum dan sambil memanjakan kaki, tak lama kemudian kamipun melanjutkan pendakian menuju pos3, oia guys yang menjadi keluhan saya adalah kaki saya, mungkin untuk fisik saya masih bisa mengatur pernafasan, tapi untuk kaki saya rasa tidak begitu, selama di jalur pendakian, banyak sekali pendaki dari berbagai daerah, orangnyapun ramah-ramah.
Singkat cerita kamipun sampai di pos3, ternyata 2 orang teman saya yang duluan, dia menunggu kami di pos 3, saya kaget, "ko ini orang dipos3 ya, apa jangan2 bangun tendanya di pos3", ternyata tidak. Kami ber5 pun beristirahat cukup lama di pos3, setelah merenggangkan kaki, ngopi, nyemil, akhirnya teman saya yang dari bandung mengajak semua rekan untuk melanjutkan pendakian, tapi saya pun meminta untuk jalan belakangan, karna saya masih merasa lelah, saya juga meminta untuk 1 teman saya menemani saya (Gery), tak lama 3 teman saya yang dari bandung melanjutkan pendakian, saya dan teman saya ngopi-ngopi sambil nyemil dulu, singkat cerita kamipun melanjutkan pendakian menuju pos4.
Sebelum saya mendaki Gunung Slamet, saya sempat membaca artikel tetang mistis/mitos di pos4, saya sedikit down saat menuju ke pos4, tapi saya memberanikan diri, karna niat saya tidak buruk.Waktu kami sampai di pos4, kami terus melanjutkan pendakian ke pos5 tanpa break di pos4, padahal kaki saya sudah kelelahan, tak lama dari pos 4 saya meminta untuk break sejenak, lalu tidak lama kemudian, teman saya mengajak jalan lagi, karna waktu sudah ingin adzan maghrib, dan kami melanjutkan pendakian, tidak jauh dari tempat saya break, ternyata teman saya yang duluan sudah mendirikan tenda di jalur pos4, lalu saya berkata, "loh ko gk di pos5 aja a?", "di pos 5 penuh a" jawab dari salah satu rekan, "owh yaudah deh, ggp" jawab saya lagi, dalam hati sedikit bergetar, tapi saya memberanikan diri untuk tidak terlalu panik, setelah 3 rekan kami mendirikan tenda, tak lama pun kami menyiapkan makanan untuk kami masak, kebetulan perut sudah terasa lapar, kami makan, sambil berbincang bincang, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, kami pun tidur, karna rencana dari 3 teman saya yang dari bandung jam 2pagi mereka summit attack, tapi tidak untuk saya dan satu teman saya, Alhamdulillah selama kami ngecamp di jalur pos 4 tidak terjadi apa-apa, ya intinya tidak ada yang mengganggu kami selama kami tertidur.
Singkat cerita waktu sudah pagi, dan saya di bangunkan oleh teman saya untuk sarapan, setelah sarapan kami pun tidak lupa untuk rutinitas pagi, yaitu ngopi sans hehe, sambil membereskan sleeping bag yang berantakan, setelah itu kami ber 2 bersiap-siap untuk mendaki ke pos-pos berikutnya hingga sampai di puncak, so guys kami ber2 tidak terburu buru, mendaki santai sambil menikmati suasana, karna dari tenda menuju ke pos5 tidak jauh hanya sekitar 15menitan saya pun terus melanjutkan sampai ke pos 6, ternyata dari pos5 ke pos 6 tidak terlalu jauh, sesampainya di pos6 kami break sejenak, untung saja ada pendaki lain juga yang sedang break, akhirnya kami ngobrol2 sebentar, tanpa saya sadari ternyata di pos6 itu tidak ada yang mendirikan tenda, tak lama kami pun terus mendaki menuju pos7, sesampainya di pos 7kami break, lagi lagi terjadi lagi, saya makan semangka lagi, behhh rasanya seger banget guys, selama di Jakarta saya jarang sekali memakan buah-buahan, tapi tidak berlaku untuk di gunung ini, tidak lama dari itu kami berdua bertemu dengan 3 rekan yang sudah terlebih dahulu ke puncak, mereka turun, saya baru naik hehehe, yaudah lah biarin, lalu ke 3 rekan saya turun duluan ke tenda untuk membuat makanan.
Setelah beristirahat, kami ber2 pun melanjutkan pendakian menuju pos 8, wahhh jalur pos7 menuju pos 8 ternyata lebih banyak pasir bercampuran batu-batu kecil, jarang sekali tanah.
Singkat cerita, tak lama, di perjalanan menuju pos 8 saya meminta untuk teman saya turun kembali ke tenda, padahal sedikit lagi sudah sampai di pos8, bukan karena cape atau apa, tapi saat itu entah kenapa perasaan saya tidak enak, tapi sedikit cape juga sih heheh, dan akhirnya kami pun turun kembali ke tenda.
Singkat cerita, sesampainya di tenda saya makan dulu sebelum packing untuk kembali ke basecamp, tidak lama kami packing, akhirnya kami turun dan tidak lupa membawa sampah bekas makanan/minuman. Sebelum turun seperti biasa kami ber doa meminta untuk diberikan keselamatan kembali. Setelah itu, kami ber5 pun turun.
Di perjalanan turun menuju basecamp disitulan kaki saya sudah mulai bergetar. Dari tenda menuju ke pos 4 masih belum terasa, mungkin karena jaraknya belom begitu jauh, setelah melewati pos4 menju ke pos 3, kaki saya barulah merasa bergetar, di perjalanan turun saya terlalu banyak break, jadi saya meminta untuk 3 teman yang dari bandung untuk turun duluan saja.
Waktu pun terus berjalan dan kaki saya pun mulai kehilangan tenaga, sampai-sampai saya turun merosot saking tidak kuatnya lagi untuk menahan, tapi saya terus di semangati oleh teman saya, perlahan-lahan saya jalan, berlama-lamaan saya break, tetap saja kaki saya berasa sekali sakitnya.
Singkat cerita akhirnya saya bertemu dengan pos1, rasanya senang sekali, oia di pos1 itu saya bertemu dengan pendaki dari Jakarta juga, mereka rombongan 6orang (kalau tidak salah), ternyata dunia ini sempit yaa hehehe, pendaki yang dari jakarta itu rumahnya dekat dengan rumah saya, dia di jakarta selatan, saya/kami ber2 di jakarta timur, dan itu juga di antara mereka kenal dengan teman saya, bahwasanya dari salahsatu mereka ada yang ade kelasnya teman saya waktu duduk di bangku SMA, wahhh hhehehe. Di pos1 kami ngobrol dengan pendaki yang dari Jakarta tersebut dan juga penjual di pos1, setelah lama berbincang bincang, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp, saat itu saya merasa kaki saya sudah kuat kembali, memang saat saya bangun dan berpamitan dengan penjual tersebut, kaki saya tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya, tapiiii setelah menuruni pos1, barulah kaki saya kambuh lagi, sakitnya bukan main guys, pelan, pelan, setiap ada pendaki yang mau naik atau turun saya persilahkan untuk duluan, kalau menunggu saya mungkin bisa kelamaan.
Banyaknya istirahat saya merasa tidak enak dengan teman saya, tapi lagi lagi teman saya mengerti akan hal yang sedang saya rasakan, sudah terasa 1 jam dari pos 1, saya hampir saja mengeluh, tapi saya simpan dalam dalam, saya hanya bisa berserah dan istighfar selama perjalanan turun, waktu sudah sangat sore, dan kabut sudah mulai menampakan dirinya, teman saya terus memberikan semangat untuk saya.
Saya fikir hanya tinggal kami ber2 saja yang turun, di belakang saya memang tidak ada lagi pendaki pendaki lain. Adzan maghrib pun berkumandang, suaranya sangatlah jelas, tandanya sedikit lagi saya sampai, break sejenak sambil menunggu adzan tersebut selesai. Pelan-pelan berjalan, akhirnya kami sampai di pangkalan ojek via bambangan, disitu saya istirahat lagi, buka sepatu, kebetulan saya membawa minyak Gpu, saya urut-urut dah tuh kaki, tidak lama kemudian teman saya mengajak jalan lagi menuju basecamp, karna nanggung sebentar lagi sampai di basecamp, okeee akhirnya kami jalan. Tidakkk jauh dari pangkalan ojek, saya terjatuh, bukan karena apa-apa, tapi ternyata kaki saya sudah tidak kuat lagi untuk berpijak, wahh dan akhirnya teman saya naik lagi untuk memanggilkan ojek, saya pun disuruh duluan untuk ke basecamp menggunakan ojek, dan akhirnya saya pun sampai di basecamp dengan selamat, selama kurang lebih 15 menit teman saya pun sampai juga di basecamp bambangan.
Oia ternyata rekan saya yang dari bandung itu tiba di basecamp sekitar jam 4:00pm (sore), wah cepet banget, mungkin karna mereka jarang breaknya dan sudah terbiasa mendaki gunung. Setelah beristirahat yang cukup lama akhirnya kami berdua kembali kerumah embah saya dengan selamat.
FYI
Untuk pertama kali saya mendaki gunung, seru, menantang adrenali, menguji kesabaran, banyak pelajaran baru yang saya dapati, bertemu dengan pendaki lain, hal yang paling seru saat mendaki itu adalah saling menyapa sesama pendaki, tapi ada saja pendaki yang ngeselin, saat di beri semangat tapi malah di bikin down lagi yaitu, pendaki lain : "bang pos 2 lima menit lagi, semangat bang", "siap bang" jawab saya, eh ternyata masih jauh hehehe, mungkin saja itu hanya bercanda.
Apakah saya kapok untuk cidera kaki saya? mungkin saja tidak, memang dari banyak sumber yang saya ketahui juga seperti ini setelah turun dari gunung, kaki rasanya pegal sekali, saya kira setelah diurut besoknya bakalan sembuh, ternyata tidak, kaki saya pulih setelah 3 hari. Pokonya Gunung Slamet kamu luar biasa dengan keindahan alam yang kamu berikan!!.
Oke guys mungkin segitu aja pengalaman saya selama di Gunung Slamet. Untuk kurang lebih dari tulisan saya mohon dimaafkan dan mohon di kritik, saya akan belajar lebih dalam lagi cara menulis dan penyampaian yang mudah di tangkap oleh pembaca. Termakasih, dan tunggu tulisan saya selanjutnya. See u
Jarak dari Jakarta ke Porwokerto lumayan jauh, perkiraan waktu yang di tempuh kira-kira 6-7jam, tapi kebetulan saya tidak bertemu dengan seni jalanan yaitu macet heheh, jadi saya sampai di kampung lebih cepat dari biasanya. Singkat cerita, sesampainya di rumah embah(nenek) saya dan keluarga beristirahat sejenak, menghilangkan rasa pegal saat berlama-lama di dalam mobil.
Singkat cerita tak terasa seminggu di kampung sudah terlewati, lebaranpun tiba, seperti biasa umat muslim merayakan hari kemenangan di bulan ramadhan. Kalau di kampung saya, sesudah sholat idul fitri berjamaah tidak di persilahkan untuk meninggalkan lokasi tsb, karna ada halal bihalal, untuk saling mempererat silatuhrahmi.
Singkat cerita. Tak terasa lebaran sudah terlewati 2 hari, dan akhirnya saya mendapatkan kabar buruk dari teman saya, jadi teman saya itu yang ada di perjalanan menuju kampung saya kehilangan uangnya Rp.100.000,00,- kebetulan dia masih di daerah cirebon, dan diapun bingung, ingin tetap terus melanjutkan perjalananya atau kembali ke Jakarta, keputusan dia pun meneruskan perjalanannya hingga sampai di kampung saya.
Sesampainya teman saya di kampung saya, istirahat sebentar sambil berbincang-bincang dan juga tidak lupa ngombe(minum) kopi. Tak lama teman saya pun tidur untuk menenangkan rasa capeknya di perjalananan. Oia dari beberapa teman saya, yang jadi ke kampung saya hanya 1 orang (Gerry), sangat di sayangkan, padahal saya ingin menikmati liburan bersama teman-teman saya.
Pada tanggal 11/06/19 kedua orang tua dan adik saya pulang ke Jakarta lebih dulu, tak terasa adzan maghrib telah berkumandang, kedua orang tua dan adik saya pun telah kembali ke Jakarta. Tak lama dari itu, saya pun packing, menyiapkan segala kebutuhan yang di perlukan saat mendaki, dan sehabis adzan isya saya dan teman saya berangkat ke bascamp Gunung Slamet via bambangan,kebetulan rumah mbah saya dekat dengan Gunung Slamet via bambangan, hanya memakan waktu sekitar 1jam saja, jadi saya dan teman saya menggunakan motor om saya. Sesampainya disana sekitar pukul 10:00pm lalu kami mencari rumah warga untuk beristirahan dan juga menunggu pagi datang.
Dingin yang menusuk ke badan, suara burung berkicau tandanya pagipun sudah menunjukan kesetiaannya, sebelum tracking kami ber2 sarapan terlebih dahulu.
Pada saat itu kebetulan teman saya membawa tenda bermuatan 8 orang,walaupun lega kalau tenda itu di huni hanya 2 orang saja pasti sangat lah dingin, dan akhirnya kami berdua dapat barengan 3 orang asal Bandung, ada Satria, Sifa, dan satu lagi saya lupa namanya hehe. Akhirnya jumlah kami bertambah menjadi 5 orang untuk menanjak ke Gunung Slamet.
Oia guys, untuk bisa mendaki ke Gunung Slamet di perlukan surat kesehatan dari dokter ataupun puskesmas, jika tidak ada surat kesehatan yang di butuhkan, maka pendaki tidak dipersilahkan untuk mendaki. Sebelum kami tracking terlebih dahulu kami berdoa kepada Tuhan meminta untuk di beri keselamatan selama kami ada di gunung. Akhirnya kami mendaki pada pukul 8:30am.
Pejalanan kami pun dimulai dari basecamp menuju pos 1, untuk pemanasan saya membawa carrier teman saya, sesampainya di pangkalan ojek Gunung Slamet via bambangan, saya meminta begantian dengan teman saya, karna muatan di carrier teman saya sangatlah berat, akhirnya kami pun bergantian, kira-kira untuk mencapai pos1 sekitar 2,5jam dari basecamp, tapi perkiraan itu meleceng, karna fisik saya kaget untuk menempuh perjalanan tersebut, akhirnya dua orang teman saya yang dari bandung duluan untuk memasang tenda, kami pun tinggal bertiga yang satu lagi teman saya dari bandung (Satria).
Kira kira selama 2jam lebih kami mendaki belom bertemu dengan pos 1, disitu saya merasakan cape yang luar biasa, tapi saya ingat dengan kata-kata orang tua dan teman saya, "kalau di alam jangan berbicara sembarangan", setelah break yang cukup lama, akhirnya kami pun meneruskan perjalanan, singkat cerita akhirnya kami ber-3 sampai di pos1, sesampainya di pos1, saya beristirahat sejenak dan tidak lupa makan semangka, wahh rasanya segar sekali,oia di pos 1 kami sempat bercengkrama bersama pendaki asal bekasi, dia hanya ber-2 saja.
![]() |
Rehat di pos1 |
Tidak lama dari break kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos2, selama di perjalanan menuju pos2 kami terlalu lama break, setiap berjalan beberapa menit break, saya merasa tidak enak dengan 2 teman saya, tapi teman saya mewajarkan akan hal tersebut, bahwasanya saya baru pertama kalinya mendaki gunung.
So guys jadi menurut peta dari pos1 ke pos2 sekitar 1 jam, tapi kami memakan waktu sekitar 2jam an lebih, itu dikarenakan saya terlalu banyak break, ya wajarin ya gaes saya kan baru pertama kali nanjak heheh, ketika sesampainya di pos2 kamipun break sejenak kembali, makan semangka, ngeroko, minum dan sambil memanjakan kaki, tak lama kemudian kamipun melanjutkan pendakian menuju pos3, oia guys yang menjadi keluhan saya adalah kaki saya, mungkin untuk fisik saya masih bisa mengatur pernafasan, tapi untuk kaki saya rasa tidak begitu, selama di jalur pendakian, banyak sekali pendaki dari berbagai daerah, orangnyapun ramah-ramah.
Singkat cerita kamipun sampai di pos3, ternyata 2 orang teman saya yang duluan, dia menunggu kami di pos 3, saya kaget, "ko ini orang dipos3 ya, apa jangan2 bangun tendanya di pos3", ternyata tidak. Kami ber5 pun beristirahat cukup lama di pos3, setelah merenggangkan kaki, ngopi, nyemil, akhirnya teman saya yang dari bandung mengajak semua rekan untuk melanjutkan pendakian, tapi saya pun meminta untuk jalan belakangan, karna saya masih merasa lelah, saya juga meminta untuk 1 teman saya menemani saya (Gery), tak lama 3 teman saya yang dari bandung melanjutkan pendakian, saya dan teman saya ngopi-ngopi sambil nyemil dulu, singkat cerita kamipun melanjutkan pendakian menuju pos4.
![]() |
suasana di pos3 |
Sebelum saya mendaki Gunung Slamet, saya sempat membaca artikel tetang mistis/mitos di pos4, saya sedikit down saat menuju ke pos4, tapi saya memberanikan diri, karna niat saya tidak buruk.Waktu kami sampai di pos4, kami terus melanjutkan pendakian ke pos5 tanpa break di pos4, padahal kaki saya sudah kelelahan, tak lama dari pos 4 saya meminta untuk break sejenak, lalu tidak lama kemudian, teman saya mengajak jalan lagi, karna waktu sudah ingin adzan maghrib, dan kami melanjutkan pendakian, tidak jauh dari tempat saya break, ternyata teman saya yang duluan sudah mendirikan tenda di jalur pos4, lalu saya berkata, "loh ko gk di pos5 aja a?", "di pos 5 penuh a" jawab dari salah satu rekan, "owh yaudah deh, ggp" jawab saya lagi, dalam hati sedikit bergetar, tapi saya memberanikan diri untuk tidak terlalu panik, setelah 3 rekan kami mendirikan tenda, tak lama pun kami menyiapkan makanan untuk kami masak, kebetulan perut sudah terasa lapar, kami makan, sambil berbincang bincang, tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, kami pun tidur, karna rencana dari 3 teman saya yang dari bandung jam 2pagi mereka summit attack, tapi tidak untuk saya dan satu teman saya, Alhamdulillah selama kami ngecamp di jalur pos 4 tidak terjadi apa-apa, ya intinya tidak ada yang mengganggu kami selama kami tertidur.
![]() |
sebelum summit attack(foto di depan tenda) |
Setelah beristirahat, kami ber2 pun melanjutkan pendakian menuju pos 8, wahhh jalur pos7 menuju pos 8 ternyata lebih banyak pasir bercampuran batu-batu kecil, jarang sekali tanah.
Singkat cerita, tak lama, di perjalanan menuju pos 8 saya meminta untuk teman saya turun kembali ke tenda, padahal sedikit lagi sudah sampai di pos8, bukan karena cape atau apa, tapi saat itu entah kenapa perasaan saya tidak enak, tapi sedikit cape juga sih heheh, dan akhirnya kami pun turun kembali ke tenda.
![]() |
jalur pos 7-8 |
Singkat cerita, sesampainya di tenda saya makan dulu sebelum packing untuk kembali ke basecamp, tidak lama kami packing, akhirnya kami turun dan tidak lupa membawa sampah bekas makanan/minuman. Sebelum turun seperti biasa kami ber doa meminta untuk diberikan keselamatan kembali. Setelah itu, kami ber5 pun turun.
Di perjalanan turun menuju basecamp disitulan kaki saya sudah mulai bergetar. Dari tenda menuju ke pos 4 masih belum terasa, mungkin karena jaraknya belom begitu jauh, setelah melewati pos4 menju ke pos 3, kaki saya barulah merasa bergetar, di perjalanan turun saya terlalu banyak break, jadi saya meminta untuk 3 teman yang dari bandung untuk turun duluan saja.
Waktu pun terus berjalan dan kaki saya pun mulai kehilangan tenaga, sampai-sampai saya turun merosot saking tidak kuatnya lagi untuk menahan, tapi saya terus di semangati oleh teman saya, perlahan-lahan saya jalan, berlama-lamaan saya break, tetap saja kaki saya berasa sekali sakitnya.
Singkat cerita akhirnya saya bertemu dengan pos1, rasanya senang sekali, oia di pos1 itu saya bertemu dengan pendaki dari Jakarta juga, mereka rombongan 6orang (kalau tidak salah), ternyata dunia ini sempit yaa hehehe, pendaki yang dari jakarta itu rumahnya dekat dengan rumah saya, dia di jakarta selatan, saya/kami ber2 di jakarta timur, dan itu juga di antara mereka kenal dengan teman saya, bahwasanya dari salahsatu mereka ada yang ade kelasnya teman saya waktu duduk di bangku SMA, wahhh hhehehe. Di pos1 kami ngobrol dengan pendaki yang dari Jakarta tersebut dan juga penjual di pos1, setelah lama berbincang bincang, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp, saat itu saya merasa kaki saya sudah kuat kembali, memang saat saya bangun dan berpamitan dengan penjual tersebut, kaki saya tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya, tapiiii setelah menuruni pos1, barulah kaki saya kambuh lagi, sakitnya bukan main guys, pelan, pelan, setiap ada pendaki yang mau naik atau turun saya persilahkan untuk duluan, kalau menunggu saya mungkin bisa kelamaan.
Banyaknya istirahat saya merasa tidak enak dengan teman saya, tapi lagi lagi teman saya mengerti akan hal yang sedang saya rasakan, sudah terasa 1 jam dari pos 1, saya hampir saja mengeluh, tapi saya simpan dalam dalam, saya hanya bisa berserah dan istighfar selama perjalanan turun, waktu sudah sangat sore, dan kabut sudah mulai menampakan dirinya, teman saya terus memberikan semangat untuk saya.
Saya fikir hanya tinggal kami ber2 saja yang turun, di belakang saya memang tidak ada lagi pendaki pendaki lain. Adzan maghrib pun berkumandang, suaranya sangatlah jelas, tandanya sedikit lagi saya sampai, break sejenak sambil menunggu adzan tersebut selesai. Pelan-pelan berjalan, akhirnya kami sampai di pangkalan ojek via bambangan, disitu saya istirahat lagi, buka sepatu, kebetulan saya membawa minyak Gpu, saya urut-urut dah tuh kaki, tidak lama kemudian teman saya mengajak jalan lagi menuju basecamp, karna nanggung sebentar lagi sampai di basecamp, okeee akhirnya kami jalan. Tidakkk jauh dari pangkalan ojek, saya terjatuh, bukan karena apa-apa, tapi ternyata kaki saya sudah tidak kuat lagi untuk berpijak, wahh dan akhirnya teman saya naik lagi untuk memanggilkan ojek, saya pun disuruh duluan untuk ke basecamp menggunakan ojek, dan akhirnya saya pun sampai di basecamp dengan selamat, selama kurang lebih 15 menit teman saya pun sampai juga di basecamp bambangan.
Oia ternyata rekan saya yang dari bandung itu tiba di basecamp sekitar jam 4:00pm (sore), wah cepet banget, mungkin karna mereka jarang breaknya dan sudah terbiasa mendaki gunung. Setelah beristirahat yang cukup lama akhirnya kami berdua kembali kerumah embah saya dengan selamat.
FYI
Untuk pertama kali saya mendaki gunung, seru, menantang adrenali, menguji kesabaran, banyak pelajaran baru yang saya dapati, bertemu dengan pendaki lain, hal yang paling seru saat mendaki itu adalah saling menyapa sesama pendaki, tapi ada saja pendaki yang ngeselin, saat di beri semangat tapi malah di bikin down lagi yaitu, pendaki lain : "bang pos 2 lima menit lagi, semangat bang", "siap bang" jawab saya, eh ternyata masih jauh hehehe, mungkin saja itu hanya bercanda.
Apakah saya kapok untuk cidera kaki saya? mungkin saja tidak, memang dari banyak sumber yang saya ketahui juga seperti ini setelah turun dari gunung, kaki rasanya pegal sekali, saya kira setelah diurut besoknya bakalan sembuh, ternyata tidak, kaki saya pulih setelah 3 hari. Pokonya Gunung Slamet kamu luar biasa dengan keindahan alam yang kamu berikan!!.
Oke guys mungkin segitu aja pengalaman saya selama di Gunung Slamet. Untuk kurang lebih dari tulisan saya mohon dimaafkan dan mohon di kritik, saya akan belajar lebih dalam lagi cara menulis dan penyampaian yang mudah di tangkap oleh pembaca. Termakasih, dan tunggu tulisan saya selanjutnya. See u
Post a Comment