-->

Awal Tahun 2020


31 Desember 2019

Malam tahun baru pastinya semua orang ingin merayakan di malam pergantian tahun ini, mulai dari hanya bakar-bakar saja didepan rumah sampai menyaksikan kembang api di pusat kota.
Pada sore itu hujan mulai turun cukup deras dan kebetulan saya di ajak oleh teman saya ke sebuah hotel di Jakarta Pusat-utara, seharusnya kami berangkat sore hari karena hujan, akhirnya mau tidak mau kami menunggu sampai hujan itu berhenti.

Sore mulai berganti malam, hujan masih saja membahsai bumi ini, entah sampai kapan hujan tersebut berhenti. Kami pun menunggu cukup lama sampi hujan itu mulai reda, pada pukul 21.00 kami mulai melakukan perjalanan menuju hotel di Jakarta Pusat-utara karna cuaca masih kurang mendukung, akhirnya kami nekat melakukan perjalanan dengan menggunakan jas hujan/mantel.
Singkat cerita kami pun sampai di hotel, oh iya sebelum berangkat ke hotel saya berekspetasi sangatlah berlebihan dan ketika sesampainya di hotel ohh shittt teryata ekspetasi yang saya bayangkan jatuh tiba-tiba eheheh, ya tapi tidak apa-apalah, lagi pula saya tidak mengeluarkan uang sepersen pun.

Sesampainya di kamar, saya pun bebenah barang bawaan, tidak terlalu banyak hanya baju, cd, celana pendek dan barang-barang kecil lainya, seperti speaker dan chargeran.
Setelah bebenah barang bawaan, kami pun turun ke lantai bawah untuk menyantap makan malam, menu makanannya bisa di bilang cukup standar, mulai dari nasi goreng jawa, ayam, sate, spageti, dan masih banyak lagi *kebetulan saya tidak terlalu ingat*.
Makan sudah, manjain mulut sudah, lalu kami mau apa lagi ? tidur? Ahhh tidak , kami ke kamar hotel lagi untuk mengambil barang-barang yang ingin kami bawa ke Bundaran HI nanti. Apesya… ketika kami ingin on the way, hujan turun semakin deras, sangat di sayangkan, mau tidak mau demi keselamatan dan kesehatan akhirnya kami hanya terdiam di kamar hotel sambil bercerita-cerita di temani sebotol wine dan makanan ringan.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 00.00 suara kembang api bersahut-sahutan di udara dari arah yang berbeda-beda, sayangnya dimoment seperti itu saya hanya dapat melihat dari balik kaca hotel, ya tapi mau bagaimana lagi keadaan di luar tidak mendukung, ya walaupun hanya hujan rintik namun kami sudah terlambat jika menuju ke pusat kota.


Tidak terasa saking asiknya kami berbincang waktu sudah menunjukan pukul 03.15 saya merasa ngantuk dan saya tidur duluan.
*nada dering alarm* tiba-tiba saya dibangunkan oleh suara bising tersebut, padalah saya masih ngantuk, tanpa bas abasi saya langsung mematikan alarm tersebut dan melanjutkan tidur. Lagi-lagi alarm berbunyi lagi akhirnya saya pun terbangun dari tidur itu , ternyata waktu sudah menunjukan pukul 09.06 , dari balik selimut saya langsung bergegas ingin melihat suasana diluar, ternyata pagi itu masih hujan, walaupun tidak deras dan terlihat di bawah sana ada genangan air walaupun tidak terlalu tinggi.


Sehabis itu saya pun mandi dan bebenah untuk checkout dari hotel, sebelum check out kami pun makan terlebih dahulu.
Singkat cerita kamupun checkout dari hotel, kebetulan waktu itu cuaca lumayan mendukung, walaupun gerimis namun tidak terlalu banyak, akhirnya kami pun on the way ke rumah. Dalam perjalanan pulang kami dengan pelan-pelan mengendarai sepeda motor karena jalanan mungkin sangatlah licin, beberapa menit perjalanan setelah kami sampai di daerah cempaka putih, terlihat di beberapa titik (saya tidak tau nama daerahnya) di tutup karena banjir, akhirnya kami putar balik melewati jalan utama, oh iya kebetulan teman saya yang tahu jalan melewati jalan kampung sebelumnya.
lokasi : sekitaran cempaka putih

Singkat cerita kamipun sudah sampi di PGC menuju Taman Mini, setibanya di kramik, ternyata disana banyak orang yang menghalangi jalan, seketika kami kepo ‘wah ada apa ini’ saya pun berdiri dari motor dan melihat ternyata banjir juga, setelah saya bertanya kepada warga setempat ternya banjir disana sudah mencapai atap mobil dan lebih kasihanya lagi ada salah satu warga yang ingin nekan melewati jalur tersebut dan motornya mati di (kurang lebih) ¼ perjalanan, ya walaupun dia menggunakan motor cross tapi tetap saja kalau banjirnya sudah setinggi itu motor akan mati. Akhirnya kami melewati jalur lain, kami pulang melalui Jalan Baru.
Singkat cerita kami sudah sampai di daerah tanah merdeka(ciracas) tidak jauh dari tanah merdeka, saya melihat 2 mobil pemadam kebakaran, saya heran tidak biasanya mobil pemadam kebakaran stay di pinggir jalan, saat saya menoleh ke kiri, wahh ternyata di pemukiman tersebut terkena musibah “longsor” (mudah-mudahan  tidak ada korban jiwa).


lokasi banjir di kramik jaktim lokasi banjir di kramik jaktim

Setelah sampainya di kampungan kami (Cipayung) saya dan teman saya [1motr] tidak langsung pulang, saya mampir dulu ke warung kopi, dingin-dingin begini enaknya makan indomie hehe. Tidak tau ingin ngapain akhirnya saya buka hp dan buka Instagram, astaghfirullah saya melihat dari sebuah official akun ‘jkt.info’ sudah mengupload puluhan foto maupun video tentang kejadian pada awal tahun ini 1 Januari 2020. Banyak daerah di Jakarta yang terkena banjir, ketinggian air tidak hanya 10 atau 30cm ketinggian air sudah mencapai 1meter bahkan lebh (kalau tidak salah baca).

Dari melihat kejadian itu di Instagram saya langsung lemas, bukan karena apa-apa saya berfikir semalam baru saja saya bersenang-senang walaupun tidak terlalu senang, paginya sudah terjadi bencana, mungkin bukan saya saja yang berfikir dan merasakan seperti itu, saya berdoa dalam hati semoga sodara-sodara saya di luar sana tidak menjadi korban dari musibah atau bencana ini.
*indomie sudahjadi, saya pun makan* beberapa menit setelah saya selesai makan akhirnya saya dan teman saya pergi meninggalkan warung kopi menuju rumah.
Sesampainya dirumah saya langsung mencari kasur dan saya pun tidur lagi. Singkat cerita saya terbangun dari tidur seketika saya membuka hp dan melihat Instagram wah semakin banyak official akun yang mengupload kejadian banjir di awal tahun ini, tidak hanya Instagram, twitter pun juga begitu, dari moment yang di upload di social media, saya pun berdiskusi kecil dengan orang tua dan sodara yang ada dirumah. bla bla bla~

Oh iya sedikit lagi , ternyata masih banyak orang yang menyalahkan petinggi daerah dan negara dari bencana di awal tahun ini, bukanya saya membela, menurut pandangan saya, saya berfikir kenapa bisa terjadi bencana bajiir? Kenapa banjirnya sangatlah tinggi? Kenapa semua itu terjadi ? balik lagi kepada diri kita sendiri, tidak ada salahnya lah untuk menyalahkan petinggi karna semua tanggung jawab daerah ada dikewajibanya, akan tetapi apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya? Apakah kita tidak mendirikan Gedung-gedung tinggi yang mengurangi peresapan air? Apakah kita tidak merusak hutan untuk peresapan air? So apakah mungkin alam mulai murka?
note; tulisan di atas ini adalah opini dari saya sendiri, bagaimana dengan kalian? jika saya salah memberika opini tolong kritik di kolom komentar di bawah.